WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

8 Jul 2010

Tuntut Referendum Papua, Pasukan Gabungan TNI-Polisi Siaga



TEMPO/Wahyu Setiawan
TEMPO Interaktif, SENTANI  - Pasukan gabungan TNI dan Polri pagi ini, Kamis (8/7) disiagakan di depan Kantor Majelis Rakyat Papua. Hari ini, ratusan warga Papua di Jayapura diperkirakan mengelar aksi menuntut referendum.
Jurubicara Kepolisian Daerah Papua, Ajun Komisaris Besar Wachyono mengatakan, polisi  berharap aksi massa yang berniat turun ke jalan tidak anarkis, " Mereka sudah mengajukan izin melakukan demo. Tuntutannya masih sama dengan yang kemarin. Otsus Papua gagal dan  mereka minta referendum" kata Wachyono kepada Tempo, Kamis (8/7) pagi ini.
Hingga Kamis pagi, belum ada warga yang datang ke halaman Kantor MRP,
sebagian warga Papua masih berkumpul di Expo, Waena. Sebanyak tetapi enam
truk pasukan gabungan sudah disiagakan di depan Kantor MRP.

Menurut Wachyono, pihaknya telah menyiagakan satu satuan setingkat kompi
Birgade Mobil Detasemen A Jayapura, dua peleton Dalmas Polresta Jayapura,
satu peleton Dalmas Polda Papua. "Selain itu kami juga menyiagakan 1 SST
pasukan dari Kodim. Harapan kami aksi ini tidak anarkis," kata Wachyono.

Demo yang sama rencananya akan dilaksanakan di sejumlah kabupaten di Papua.
Tetapi hingga Kamis pagi, Timika, Puncak Jaya, dan Papua Barat, belum ada
tanda-tanda aksi serupa akan dilakukan. 
Tjahjono Ep
Kamis, 8 Juli 2010 | 09:11 WIB
google maps
JAYAPURA, KOMPAS.com - Ratusan orang berkumpul di pusat pertokoan tepatnya di depan Kantor Pos Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (8/7/2010) pagi. Mereka bersiap menuju kantor DPR Papua untuk melakukan aksi demonstrasi.
Mereka berkumpul untuk menantikan kedatangan rekan-rekannya yang lain untuk bergabung. Ratusan orang yang sebagian memakai pakaian adat Papua itu membawa spanduk antara lain bertuliskan "Otonomi Khusus Gagal, Minta Referendum".
Akibat aksi itu, jalanan macet dan seluruh pertokoan dan kantor swasta di Abepura memilih untuk tidak beroperasi.  Sementara itu, aparat kepolisian sektor Kota Abepura tampak telah berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar