WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

18 Sep 2010

Pascarusuh, Manokwari Siaga Satu

abtu, 18 September 2010 - 11:41 witTEXT SIZE :
   
Nurlina Umasugi - Okezone
US Geological Survey
JAYAPURA - Kota Manokwari, Ibukota Papua Barat, pascabentrok antar warga dan puluhan anggota Brimob, Rabu 15 September lalu, kini berstatus siaga satu.
 Erna, warga Kota Manokwari, yang dihubungi okezone via ponselnya mengatakan, hingga Sabtu (18/9/2010) pagi tadi suasana Kota Manokwari sudah aman terkendali, sebagian warga sudah mulai melakukan aktifitasnya seperti biasa namun, aparat kepolisian dibantu TNI masih berjaga-jaga di sejumlah titik rawan Manokwari.
 SOURCE
"Dalam melakukan aktivitasnya, warga dikawal aparat keamanan, terutama di kawasan ramai seperti pasar dan juga terminal," ujar Erna per telepon, Sabtu (18/9/2010).

Dia menuturkan, aktifitas warga ini hanya berlangsung dari pagi sekira pukul 09.00 WIT hingga pukul 16.00 WIT, karena sebagian warga masih takut terjadi bentrok susulan. Sementara arus lalu lintas Kota Manokwari hingga pagi tadi tampak sepi dari kendaraan baik roda empat maupun roda dua.
 Menurut salah seorang aparat kepolisian Polresta Manokwari, yang tak ingin disebutkan namanya, untuk mengantisipasi terjadi amuk massa, aparat kepolisian dibantu TNI siaga satu dengan memperketat keamanan disekitar lokasi kejadian tepatnya di Jalan Esau Sesa Manokwari Selatan dan juga di kawasan Kota Manokwari, serta di daerah-daerah yang dinyatakan rawan.

"Pengamanan masih kita perketat guna mengantisipasi terjadi bentrok susulan, dan pengamanan ini akan terus dilakukan hingga situasi kota Manokwari benar-benar aman," kata anggota tersebut.
 Sebelumnya, Rabu 15 September lalu terjadi bentrok antar ribuan warga dan puluhan anggota Brimob tepatnya di depan markas Mako Brimob Manokwari. Warga mengamuk karena menduga oknum anggota Brimob adalah pelaku tabrak lari.
 Hingga akhirnya bentrok tak dapat dihindari, dampak dari bentrok tersebut tiga warga sipil diantaranya Septinus Kwan, Naftali Kwan, dan Antomina Kwan tewas terkena proyektil anggota Brimob yang melakukan penyisiran di lokasi kejadian.
 Tujuh anggota Brimob yang diduga melakukan aksi penembakan hingga menewaskan tiga warga sipil tersebut, Jumat kemarin diperiksa sebagai saksi.
(teb)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar