WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

17 Sep 2010

Manokwari Tegang sebagai warga Indonesia menembak mati Imam dan Anak


September 16, 2010
URGENT di Manokwari
Sejumlah besar polisi bersenjata lengkap, termasuk anggota dilatih Australia, Detasemen bersenjata dan didanai 88, yang memblokade Manokwari setelah polisi menembak seorang imam dan anaknya pada hari Rabu. SOURCE
Pdt Naftali Kuan (58 tahun) dari Gereja GPKAI dan istrinya (Mrs Antomina Kuan, 55 tahun) dan Septinus 23 tahun putra mereka, tua berusaha menenangkan anggota gereja mereka ketika BRIMOB petugas singkat mereka bertiga . Rev Naftali dan putranya Septinue ditembak mati, dan Antomina ditembak di leher dan perawatan intensif di Rumah Sakit Manokwari.
Tuduhan oleh polisi Indonesia yang gerombolan menyerang mereka dengan batu menyebabkan mereka melepaskan tembakan untuk membela diri sama sekali tidak benar, menurut saksi.
Di Manokwari pada Rabu 15 September 2010 pukul 18:30, seorang Indonesia di sepeda motor serius menghancurkan seorang wanita Papua tua, sebuah suku Arfak tua. Insiden ini terjadi di depan markas BRIMOB di Rendani Manokwari, dan pengendara sepeda motor berlari ke kantor BRIMOB daripada membantu wanita itu ke rumah sakit.
Papua secara spontan berkumpul di depan kantor BRIMOB menyerukan sopir bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ketika BRIMOB petugas menolak permintaan mereka, penduduk lokal frustrasi mulai melemparkan batu ke arah mereka.
Pada saat Rev Kuan dan putranya sedang dilakukan oleh ribuan dalam aksi damai di depan kantor Gubernur Papua Barat. Para demonstran menyerukan berkabung BRIMOB dan pemerintah pusat untuk bertanggung jawab atas pembunuhan mereka, dan kejahatan terhadap penduduk asli Papua.
Piter Hiyowati The West Papua National Authority adalah panggilan untuk pengiriman mendesak PBB penjaga perdamaian militeristik-di Papua Barat mengandung ekses-ekses dari pasukan keamanan Indonesia terhadap penduduk pribumi yang pemerintahan Yudhoyono di Jakarta nampaknya tidak bersedia untuk memberlakukan standar normal disiplin militer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar