WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

17 Jan 2009

Obama: Al Qaeda Tetap Ancaman Nomor Satu


Kamis, 15 Januari 2009 | 08:17 WIB

WASHINGTON, KAMIS — Presiden terpilih AS, Barack Obama, Rabu (14/1), menegaskan, Al Qaeda dan pimpinannya, Osama bin Laden, tetap menjadi ancaman nomor 1 bagi keamanan AS.

Pernyataan Obama itu disampaikan menyusul beredarnya rekaman video berisi ancaman dari Osama. Rekaman itu memperingatkan Obama tentang kemungkinan kembali terjadinya perang suci Osama terhadap kepentingan Barat.

"Bin Laden dan Al Qaeda merupakan ancaman nomor 1 ketika (ancaman) itu sampai pada keamanan Amerika," kata Obama kepada wartawan.

"Kami akan melakukan apa saja semampu kami untuk meyakinkan bahwa mereka tidak dapat menciptakan tempat berlindung yang aman yang dapat menyerang Amerika. Itulah garis dasarnya," kata Obama.

Rekaman audio berdurasi 22 menit itu adalah komentar pertama dari Osama dalam 8 bulan terakhir. Kelompok Intelijen Site menyatakan, rekaman itu asli. Rekaman itu beredar ketika Presiden George W Bush bersiap menyerahkan kekuasaan kepada Obama, Selasa (20/1) depan.

"Indikator memberi kesan bahwa 75 persen dari rakyat Amerika senang dengan kepergian Presiden (Bush) sehingga menghentikan mereka dalam perang yang mereka tidak mau terlibat dengannya," kata Osama dalam rekaman itu.

"Ia telah menenggelamkan mereka dalam kekacauan ekonomi yang mencapai telinga mereka. Ia telah memberikan warisan besar kepada penggantinya."

Obama telah berjanji untuk mendorong pembangunan di Afganistan dan mengalihkan pusat perang atas teror dari Baghdad ke Kabul, sementara ia akan mengakhiri perang di Irak.

Laporan Washington Post, Selasa, mengatakan, Obama akan menyetujui rencana Pentagon untuk mengirim 30.000 lagi tentara AS ke Afganistan untuk menghentikan aksi gerilyawan Taliban dan Al Qaeda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar