WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

17 Jan 2009

Al Qaeda Siapkan Serangan ke New York


WASHINGTON, KAMIS — Biro Penyelidik Federal (FBI) memperingatkan pihak berwenang New York bahwa Al Qaeda telah membahas rencana serangan terhadap transportasi umum di kota itu.

Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri, Amy Kudwa, Rabu (26/11), mengatakan, FBI menerima informasi yang tidak diperkuat, tetapi masuk akal bahwa Al Qaeda mungkin telah membahas sebuah sasaran serangan pada sistem transportasi di kota New York.

"Namun, baik Departemen Keamanan Dalam Negeri maupun FBI tidak memiliki informasi khusus untuk mengonfirmasi bahwa persekongkolan ini telah berkembang melampaui perencanaan," kata Kudwa kepada AFP.

Tingkat waspada teror AS tidak dinaikan, tetapi para pengguna sistem transportasi bawah tanah New York mungkin akan melihat pengamanan yang meningkat, termasuk aparat-aparat beseragam dan tim anjing pelacak dalam beberapa hari mendatang, terutama pada liburan Hari Ungkapan Terima Kasih (Thanksgiving), Kamis.

Deputi Komisaris New York Paul Browne mengatakan, polisi mengetahui sebuah laporan yang tidak diperkuat yang mengisyaratkan bahwa teroris-teroris Al Qaeda membahas rencana penyerangan transit massal di Kota New York dan sekitarnya.

Televisi ABC News mengutip sejumlah pejabat penegak hukum yang mengatakan, rencana itu melibatkan sebuah serangan seperti di Madrid—pengeboman terhadap kereta api Spanyol yang menewaskan 191 orang pada Maret 2004.

AS mengumumkan perang melawan terorisme setelah serangan-serangan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden terhadap sejumlah kota di wilayah AS ayang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Salah satu sasaran serangan AS setelah itu adalah Afghanistan. Pemerintah Taliban yang berkuasa di negara itu sejak 1996 digulingkan dalam operasi militer pimpinan AS pada akhir 2001 karena dianggap melindungi Osama bin Laden. AS juga menginvasi Irak meskipun negara itu tidak terkait serangan 11 September.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar