WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

29 Jun 2010

OPM-Warga Sulit Dibedakan

Puncak Jaya, Berlakukan Jam Malam

Puncak Jaya—Situasi Puncak Jaya hingga saat ini belum kondusif. Aksi kelompok separatis bersenjata yang diduga OPM, masih terus menghantui.
Akibatnya pihak Kepolisian memberlakukan jam malam bagi seluruh warga. Hal itu diungkapkan Kapolres Puncak Jaya AKBP Alex Korwa kepada wartawan di Mulia Ibukota Puncak Jaya, Selasa 29 Juni.
"Jam malam diberlakukan kepada setiap warga, yakni dihimbau tidak keluar malam lewat dari jam 9 malam. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penembakan misterius dari kelompok bersenjata," kata Kapolres.
Jam malam diberlakukan, lanjutnya, sejak aksi penembakan kerap terjadi di Puncak Jaya terutama di Kota Mulia. "Ini sudah berlangsung selama beberapa bulan lalu,"ucapnya.
Meski demikian, sambungnya, jam malam itu tidak terlalu mengikat, jika ada warga yang ingin keluar rumah untuk beraktivitas di atas jam 9 malam, dipersilahkan tapi selalu waspada, dan jika diperlukan bisa minta pengawalan dari aparat keamanan. "'Jam malam yang diterapkan tidak terlalu ketat, cuma di himbau sebaiknya jangan keluar lagi kalau sudah melewati jam yang ditentukan," ungkapnya.
Kapolres mengakui, kelompok separatis itu saat ini sudah berkeliaran dimana-dimana, termasuk di Kota Mulia dengan berbaur dengan masyarakat. Namun, karena wajah suku di Pegunungan terutama Puncak Jaya hampir sama satu dengan lain, menyulitkan untuk membedakan mana yang OPM mana yang bukan atau warga masyarakat. " Taktik gerilya mereka yang membaur dan wajahnya nyaris mirip dengan warga masyarakat, sangat menyulitkan kami melakukan pencarian dan pengejaran,"imbuhnya.
OPM, saat ini selain memiliki 8 senjata api hasil rampasan dari aparat keamanan, juga memiliki senjata lainnya baik laras panjang dan pendek.
Sementara itu dari pantauan langsung, aksi baku tembak masih terus terjadi antara aparat gabungan TNI dan Polri dengan OPM. Bahkan siang kemarin, aksi baku tembak terjadi di Distrik Yambi. Tapi, hingga berita ini ditulis belum diketahui apakah ada korban dalam kontak senjata itu. Banyaknya gunung terjal dan serta hutannya yang masih  lebat membuat kelompok OPM selalu lolos dari sergapan aparat keamanan. Sebaliknya aparat kewalahan menghadapi separatis itu. 
(jir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar