WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

14 Jul 2010

Bantuan Asing Australia Sebagian Besar Dikorupsi

Kamis, 15 Juli 2010 | 01:54 WITA
Canberra, Tribun - AusAID lembaga donor yang memberikan bantuan asing kepada negara seperti Fiji, Indonesia, dan Papua Nugini, mengungkapkan terjadinya 68 kasus penyalahgunaan bantuan tersebut tahun ini.
Penyelidikan tersebut mengatakan jika penyalahgunaan dana bantuan sebagaian besar terjadi di Indonesia dan Papua Nugini.sumber...
Bantuan AusAID sendiri untuk Indonesia dan Papua Nugini diperkirakan berjumlah 740 juta dolar Australia atau sekira Rp 5,8 miliar (Rp 7,969 per dolar Australia) dalam setahunnya. Demikian dilansir Herald Sun, Rabu (14/7).
Penyelidikan dari media Herald Sun mengungkapkan jika setidaknya 100 ribu dolar Australia atau sekira Rp 796 juta yang berasal dari pajak warganya, telah digunakan untuk kepentingan yang berbeda. Ada kecurigaan jika dana-dana tersebut telah dikorupsi pada proyek penjara di Papua Nugini.
Sementara dana bantuan berjumlah jutaan dolar lainnya telah dikorupsi oleh pejabat di negara yang menerima bantuan AusAID. Lembaga bantuan Australia ini mengaku menemukan 68 kasus berupa tuduhan ataupun terbukti korupsi, selama satu tahun terakhir di negara penerima bantuan.
Lembaga AusAid sendiri berencana untuk menggandakan dana bantuannya hingga mencapai delapan miliar dolar Australia atau sekira Rp 63,69 triliun hingga tahun 2015 mendatang. Lembaga ini menolak berkomentar mengenai tuduhan korupsi yang melanda dana bantuan mereka.
Namun lagi-lagi Herald Sun mengungkapkan, jika sebuah lembaga yang ditunjuk bantuan AusAID di Papua Nugini dikabarkan sedang dalam penyelidikan ketat, tersangkut kasus penyalahgunaan dana. Lembaga yang bergerak di bidang hukum tersebut, diketahui telah menyelewengkan dana bantuan sebesar 160 juta dolar Australia atau sekira Rp1,6 miliar.(tb)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar