WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

22 Jun 2010

Gubernur Papua Lambat Tangani Serui

ERUI, KOMPAS.com - Tim DPR Papua yang meninjau penanganan pascagempa Serui kecewa terhadap kinerja Gubernur Papua Barnabas Suebu yang dinilai lambat menangani peristiwa yang telah menewaskan delapan orang, 13 orang hilang tertimbun longsor, dan 5.000 rumah hancur.
Gubernur dinilai kurang bijaksana karena memilih mengikuti program Turun Kampung daripada menengok langsung kondisi Kepulauan Yapen. "Di Yapen ini bukan lagi dikatakan rusak berat, tetapi rusak total. Ribuan rumah, sekolah, puskesmas, tempat ibadah, dan infrastruktur transportasi rusak. Ini butuh perhatian langsung Pak Gubernur yang bisa berbicara langsung kepada Presiden dan menteri," ucap Jack Kamasan Komboy, anggota DPR Papua, Senin (21/6/2010), saat meninjau Dermaga Pelabuhan Serui di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Ia datang bersama anggota DPR Papua lainnya Yan Mandenas, Muhammad Nawawi, Johny Banua Rouw, Stefanus Kaseipo, dan Erwin Kbarek. Lebih lanjut, Jack Komboy menjelaskan kinerja Gubernur yang lambat ditunjukkan dengan pemberian bantuan yang terlambat dibanding pemerintah pusat.
Pada hari terjadi bencana, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan bantuan Rp 100 juta ke Serui. Sedangkan, bantuan Pemprov Papua baru tiba Sabtu malam berupa bahan makanan, tenda, dan berbagai peralatan/perlengkapan.
Gubernur seharusnya sensitif terhadap masalah kemanusiaan yang dihadapi warga Kepulauan Yapen. Sewaktu gempa Padang Oktober 2009, Gubernur Papua langsung memberi bantuan Rp 1,2 miliar. "Seharusnya respon lebih diberikan oleh Gubernur Papua kepada masyarakat Papua di Yapen," ujarnya.
Sementara itu, menurut data Posko Bencana Kepulauan Yapen rumah rusak berat mencapai 3.020 unit yang sebagian besar di Distrik Angkaisera dan Yapen Selatan. Korban meninggal enam orang dari Serui dan Angkaisera.
Sementara 12 orang dinyatakan hilang akibat longsor di KM28 Jalan Serui-Saubeba. Ada 44 sekolah rusak berat, 98 tempat ibadah rusak berat, dan 104 infrastruktur rusak berat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar