WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

25 Jun 2010

Dana Otsus Pengarugi Kasus KDRT DI Papua

Jayapura, (ANTARA) - Kucuran dana otoniomi khusus triliunan rupiah dari pemerintah pusat kepada Provinsi Papua, dianggap sebagai salah satu penyebab meningkatnya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di provinsi paling timur itu. 
Ini SUMBER

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (LBH APIK) Provinsi Papua Betsy Pesiwarissa SH di Jayapura, Jumat, mengatakan, dengan banyaknya uang yang beredar, sebagian laki-laki di Papua memakainya untuk memberli minuman keras untuk dikonsumsi.

"Konsumsi minuman keras ini pada akhirnya menimbulkan KDRT karena suami mabuk minuman keras," kata Betsy Pessiwarisa.

Menurut Betsy, indikator korelasi dana otsus dengan tingginya KDRT tampak dari semakin meningkatnya jumlah kasus KDRT setiap tahunnya sejak tahun 2001 silam, sebagai tahun awal pelaksanaan otsus di Papua.

"Uang yang beredar di Papua ini sering disalahgunakan untuk membeli minuman keras sehingga KDRT sulit dihindari," lanjutnya.

Selain meningkatkan KDRT, kasus penyakit kelamin dan HIV/AIDS juga naik karena setelah mengonsumsi miras kaum pria sering melakukan hubungan seks di luar nikah," ujar Betsy Pesiwarissa.

LBH APIK Papua mencatat tahun 2010, peningkatan kasus KDRT mencapai lebih dari 50 persen, korban umumnya perempaun dan anak.

Sebelumnya Koordinator Perempuan dan Anak pada Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Papua (LP3AP) Virgin Ledang juga mengakui bahwa kasus KDRT di Papua masih tergolong tinggi dan terus meningkat setiap tahun.

Salah satu bentuk tindakan pelanggaran atas hak asasi perempuan dalam rumah tangga dan tergolong cukup menonjol adalah tindak kekerasan suami terhadap isteri dan anak.

"Jumlah kasus KDRT di Papua cenderung meningkat baik dari segi kuantitas dan maupun kualitas tindakan," terang Virgin.

Ia mengemukakan, tahun 2007, kasus kekerasan terhadap isteri di Kota Jayapura mencapai 67 kasus sedangkan 2008 meningkat menjadi 97 kasus.(*/tdy)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar