WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

26 Jun 2010

Gletser Cartensz Papua Mulai Hilang

Liputan6.com, Timika: Pemanasan global memperlihatkan dampaknya. Dalam waktu 20 hingga 30 tahun ke depan, gletser di Gunung Cartensz, dekat Puncak Jaya, Papua, diperkirakan akan hilang akibat pemanasan global. Perkiraan ini disampaikan peneliti inti es Papua, Prof Lonnie G. Thompson, Sabtu (26/6), di Timika.
Menurut Thompson yang juga guru besar di Ohio State University, selama 13 hari berada di Papua, gletser di Cartensz mengalami penurunan 30 sentimeter. Dia memperkirakan setiap tahun gletser Papua hilang beberapa meter.
Thompson menambahkan, proses pencairan es pada gletser Papua sangat cepat akibat faktor iklim. Soalnya, setiap hari selalu turun hujan di kawasan tersebut. "Benar kalau gletser di sini kemungkinan akan cepat habis karena setiap hari turun hujan. Hujan merupakan faktor cuaca yang paling cepat menghabiskan gletser," kata Thompson, seperti ditulis Antara.
Selama berada di kawasan gletser Papua, Thompson dan rekan-rekannya mengambil sampel 88 meter Ice Core dengan mengebor enam inti es sampai dasar es. Mereka lalu memotong-motong es menjadi satu meter dan dimasukan ke dalam freezer untuk diteliti lebih lanjut di Ohio State University.
Hasil penelitian mereka diperkirakan akan selesai akhir 2010 dan dipublikasikan sekitar Juni 2011. "Misi pengambilan sampel es ini untuk mendapatkan informasi iklim yang masih ada di gletser Papua, sebelum informasi iklim itu akan hilang semua," jelas Thompson.
Suhu rata-rata di kawasan gletser Papua, kata Thompson, pada siang maupun malam hari berkisar pada lima derajat Celcius hingga minus lima derajat Celcius di bawah 0. Dia juga menyebut gletser yang ada di pegunungan Papua merupakan yang paling rendah di dunia. ini sumber/Source 
 Proyek penelitian pengeboran inti es Papua 2010 yang dilakukan Thompson terjadi atas kerja sama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan Byrd Polar Research Center (BPRC) The Ohio State University. Tim ini beranggotakan sejumlah peneliti dari Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan Indonesia. Selama di Papua, mereka meneliti tiga titik gletser, yakni Cartensz, E.Nortwall Firs, dan W.Northwall Firs yang juga hampir habis atau hilang.(ULF)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar