WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

21 Jul 2010

Mobil Pengangkut BBM Ditembaki Kelompok Bersenjata di Papua





TEMPO InteraktifJayapura - Penghadangan dan pembakaran konvoi mobil pengangkut bahan makanan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) solar dari Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya yang sedang menuju Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya kembali terjadi.

“Aksi yang terjadi pada pukul 13.00 WIT, Rabu (21/7) di sekitar wilayah Distrik Illu, Kabupaten Puncak Jaya itu diduga dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Goliat Tabuni. Kelompok ini memang dikenal sering melakukan aksi serupa,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Wachyono, Kamis (22/7).

Kronologinya, Rabu (21/7) pagi, empat mobil jenis Strada melakukan konvoi membawa BBM solar dan bahan makanan pokok seperti gula, minyak goreng, dan beras berangkat dari Illu, yang sehari sebelumnya telah tiba dari Kota Wamena. “Rombongan ini hendak melanjutkan perjalanan ke Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya,” katanya.

“Tapi saat empat mobil ini tiba di Kampung Pagargom, tepatnya dekat Sekolah Dasar Pagargom, kurang lebih dua kilometer dari Pos TNI Kalome atau sekitar 45 kilometer dari Mulia, tiba-tiba terjadi rentetan tembakan senjata api dari atas gunung, sambil terlihat beberapa orang sedang menari dawi-dawi atau tarian perang,” tambah Wachyono.

Akibat rentetan tembakan senjata api dari para penari dawi-dawi itu, salah satu sopir dari empat mobil jenis Strada bernama Lanko Nafi terkena serpihan proyektil di lengan kirinya. “Pada pukul 13.45 WIT, Letnan Dua Inf Deddy dari Pos TNI Illu bersama delapan anggota lainnya yang dipimpin Serda Lukas menuju ke tempat kejadian perkara,”

Tapi ketika para anggota TNI ini tiba di lokasi kejadian atau sekitar pukul 15.30 WIT, lanjut Wachyono, didapati tiga mobil pengangkut BBM dan bahan makanan ini telah terbakar dan barang muatannya telah habis dijarah. “Tujuh orang, yakni sopir dan kernetnya hingga saat ini belum diketahui nasibnya,” jelasnya.

Sementara satu unit mobil pengangkut BBM dan bahan makanan ini berhasil lolos dan kembali ke Distrik Illu, Kabu. Di dalam mobil itu, sopir bernama Timotius Enumbi dan satu orang penumpang bernama Neminces Wonda berhasil lolos dari rentetan senjata api yang ditujukan ke mereka. Sumber selanjunya

“Kini Timotius dan Neminces sedang mengamankan diri di Pos Polisi Tingginambut. Keduanya tiba sekitar pukul 18.30 WIT di Pos Polisi Tingginambut dengan kondisi luka terkena serpihan proyektil di kaki kiri dan kaki kanan. Aparat keaman saat ini sedang melakukan pengejaran kepada pelaku,” tandasnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar