WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

2 Des 2009

200 Personel TNI Akhirnya Ditarik dari Puncak Jaya



Enembe: Itu Permintaan Pemkab Puncak Jaya

JAYAPURA-Masih seringnya terjadi aksi-aksi penembakan di Kabupaten Puncak Jaya, disikapi Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe S.IP denga meminta pasukan TNI diterik.
Pasalnya Bupati Enembe menilai kehadiran pasukan TNI di Puncak Jaya, bukannya menjadikan Puncak Jaya aman dan kondusif, namun sebaliknya sering terjadi kekacauan, penembakan dan perampasan senjata. Dan apa yang diminta Bupati Enembe akhirnya dipenuhi pimpinan TNI. 
Sebanyak 200 personel TNI yang saat ini bertugas di Kabupaten Puncak Jaya, ditarik untuk dikembalikan ke batalyon masing-masing.
Penarikan pasukan ini dilakukan sejak Sabtu lalu, yaitu berdasarkan permintaan resmi Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya. "Penarikan sesuai dengan permintaan. Alasannya, meski jumlah aparat mencapai ratusan, tapi malah menimbulkan masalah,"jelas Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe S.IP kepada Bintang Papua di Jaya Gril Selasa, kemarin.
Menurutnya, pasukan yang ditarik itu bertugas di Puncak Jaya, terutama di sepanjang poros menuju Tingginambut. Sebab di wilayah hukum tersebut kerap terjadi aksi penembakan dan pembunuhan.
Keberadaan pasukan TNI di Puncak Jaya, dianggap sama sekali tidak bisa menciptakan situasi keamanan yang dan kondusif. Justru yang terjadi  kerusuhan semata, masyarakat trauma, peristiwa penembakan, pembunuhan dan perampasan senjata, baik terhadap anggota TNI/Polri dan masyarakat yang masih kerap terjadi, bahkan terus meningkat.
Ironisnya, serentetan peristiwa itu terjadi tidak jauh dari pos-pos TNI, terutama di sepanjang ruas jalan menuju Tingginambut. "Masa kejadian selalu terjadi tidak jauh dari Pos TNI, loh kerjanya mereka apa dong, dan dimana tanggungjawab sebagai keamanan di daerahnya, justru bukannya mengamankan tetapi mengacaukan daerahnya," ujarnya.
Dikatakan, penarikan itu sesuai usulan dirinya, bahkan langsung ke Panglima TNI Djoko Santoso dan Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen AY Nasution di Jayapura. Penarikan pasukan ini sudah diminta sejak beberapa bulan yang berdasarkan data dan bukti yang ada.
Dengan ditariknya pasukan TNI dari wilayah Puncak Jaya, ia akan lebih mengedepankan Polisi dan masyarakat harus menjaga Kamtibmas, dengan baik. ”Sebanyak 200 Pasukan TNI yang ditarik dari Puncak Jaya itu berasal dari Batalyon Infanteri 756 Wamena dan 754 Wamena. Sedangkan yang saat ini masih bertahan adalah pasukan TNI yang berasal dari Batalyon infanteri 753 Nabire, dalam waktu yang dekat akan dikirim kembali masing-masing daerahnya,” tutupnya. (ery)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar