WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

29 Okt 2009

BEBASKAN TAHANAN POLITIK


Dari Perayaan HUT PGBP Ke-53
JAYAPURA, (Papua Times) Ketua umum badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua papua BPP-PGBP Dumma soctratez sofyan yoman MA atas nama umat dan gereja baptis mendesak kepada pemerintah untuk segera membebaskan aktivis HAM yang menjadi tahanan politik di lembaga pemasyarakatan (LP) para aktivis papua yang mendekam di sana antara lain sebi sambo, Buktar tabuni, filep karma,YUsak pakage ,Yance mote ,serafian dias, mako tabuni, dan tahanan politik lainnya.kita minta kepada pemerintah agar umat tuhan yang di tahan untuk segera di bebaskan. Harus ada perubahan di papua, ungkap Yoman di sela-sela ibadah syukuran buku sejarah gereja baptis dan masuknya injil di gereja bapttis di tiom 28 oktober 1956 dan saat ini menggenapi usia ke 53 rabu 28/10/2009 di kotaraja.
Socratez dengan tegas mengatakan bahwa Stikmatisasi OPM, Separatis, maker kepada rakyat papua harus dihentikan pasalnya, timdakan tersebut merusak seluruh sendi-sendi kehidupan ditanah papua. Stikmatisasi tidak boleh ada lagi. Orang papua harus diberikan kebebasan untuk berbicara, hidup menurut caranya sendiri, katanya.
Sebagai tokoh agama dipapua yoman menyetakan bahwa sesuai dengan tradisi yang ada, maka dirinya akan tetap bersuara lantan membela umat Tuhan di papua. Gereja baptis dari awal indenpenden dan kritis. Sehingga kitaakan tetap berjuang untuk kepentingan dan kebutuhan umat Tuhan ditanah ini, tuutrnya. Dia mengungan ckapkan kekecewaannya atas image yang terpagung bahwa tindakan dan cara berfikir orang papua indentik gereakan separatis dan maker oleh OPM maupun TPN. Ini merupakan terror katanya.


PGGP Dukung Kepemimpinan Socratez S. Yoman 
 
Ditempat yang sama, ketua persekutuhan gereja papua (PGGP), Pdt. Lipius biniluk, S.Th. mengatakan bahwa pihaknya mendukung kepemimpinan Dumma Sokratez Sofyan Yoman, MA Sebagai ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuhan Gereja-gereja baptis papua (BPP-PGBP) hingga berakhirnya masa kerjanya pada tahun 2012.
Pernyataan lipius itu terkait adanya indikasi intervensi pemerintah dalam kepemimpinan gereja baptis di papua. Biniluk menegaskan bahwa seluruh denominasi ge reja yang diakui dipapua adalah gereja-gereja yang tergabunmg dalam PGGP sedangkan diluar PGGP gereja tersebut patut dipertanyakan. Denominasi gereja yang diakui dipapua adalah yang bergabung bersama PGGP sedangkan diluar itu, tidak jelas, ungkap biniluk tegas.
Pada kesempatan itu tokoh gereja ini juga mengatakan bahwa gereja dari awal berdiri independen dan mandiri. Oleh karena itu hubungan kerja antara gereja dan pemerintah adalah membagun umat.bukan sebaliknya pemerintah campur tangan mengatur gereja. Gereja dari awal independen sehingga jagan diintervensi, ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar