WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

17 Des 2009

Eliza Kiwak: Akan Lahir Kwalik Kwalik Baru di Tanah Papua


Aparat kepolisian menurunkan peti berisi jenazah yang diduga kuat Kelly Kwalik, Panglima Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) Wilayah Timika di Rumah Sakit Polda Papua Bhayangkara, Rabu (16/12/2009) di Jayapura, Papua. Kelly tertembak aparat Brimob dalam sebuah penggerebekan di daerah Gorong-gorong Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Ia dibawa ke RS Bhayangkara untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Kamis, 17 Desember 2009 | 10:42 WIB
TIMIKA, KOMPAS.com — Massa yang menamakan masyarakat Papua dari tujuh suku di Mimika menggelar aksi solidaritas damai ke Kantor DPRD Mimika, Kamis (17/12/2009). Saat ini massa yang terdiri dari kaum laki-laki, perempuan, dan anak-anak duduk bersila dan menggelar orasi di halaman Kantor DPRD Mimika menuntut pihak kepolisian segera memulangkan jenazah yang diduga Kellly Kwalik ke Timika.
   
Sebelumnya, massa berlari dalam rombongan besar dari arah Kwamki Baru menuju Kantor DPRD Mimika sembari memekikkan "waita" atau teriakan dan tarian khas suku-suku pegunungan Papua saat menghadapi perang suku.
   
Salah satu orator, Jakobus Kogoya, mengatakan, jenazah Kelly Kwalik harus segera dipulangkan ke Timika. "Siapa pun yang mati itu, jenazahnya harus ada di sini. Dia orang Timika," desak Jakobus.
   
Warga lainnya, Eliza Kiwak, mengajak warga Papua di Timika bersama-sama berkumpul di Kantor DPRD Mimika untuk menyambut jenazah Kelly Kwalik. "Hidup Papua Barat. Mari kita sambut panglima kita Jenderal Kelly Kwalik," kata Eliza Kiwak.
   
Salah seorang pemuda dalam orasinya mengatakan, meskipun Kelly Kwalik ditembak mati oleh aparat keamanan, tetapi Kelly Kwalik-Kelly Kwalik yang lain akan tumbuh subur di Papua. "Pepatah bilang patah satu tumbuh seribu. Kelly sudah meninggal, namun akan bangkit banyak Kelly yang lain," ujarnya.
   
Ia menegaskan, wilayah Papua suatu ketika akan berdiri sebagai wilayah yang berdaulat alias merdeka. Meski melakukan orasi, warga tidak bertindak anarkis dan cukup kooperatif dengan aparat kepolisian yang mengawal ketat Kantor DPRD Mimika sejak Rabu pagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar