WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

25 Nov 2009

Repatrian Ancam Kembali de PNG



Fere: Kami Tak Butuh Rumah Mewah
JAYAPURA– Merasa diperlakukan tidak sesuai dengan janji-janji pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby, untuk kembali ke NKRI, ratusan repatrian yang saat ini ditampung di BLK Jayapura, mengancam akan kembali ke negara pelarian, Papua Neuw Guinea (PNG).
  Hal ini terungkap pada dialog singkat yang digelar Gubernu Provinsi Papua Barnabas Suebu SH yang mendampingi rombongan Dirjen Kesbangpol RI, Rahmat Tantri Balilamo di penampungan Repatrian BLK Jayapura, Rabu (25/11), kemarin.
Dalam dialog tersebut Koordinator Repatrian Hein Fere kepada Gubernur dan para petinggi pemerintah mengatakan, walaupun mereka telah mendapatkan pelayanan yang memadai selama tiba di Jayapura, Papua, namun hingga saat ini kejelasan status mereka belum jelas. “Waktu itu di KBRI kami dijanjikan bahwa akan diberikan rumah, pekerjaan dan lain-lain, tapi sepertinya tidak ada kejelasan, kami baru saja bicarakan dengan pemerintah Kota Jayapura, tapi mereka tidak memberikan jawaban,” ungkap lelaki yang fasih berbahasa Indonesia ini kepada Gubernur.
 Ditambahkan, “kalau memang belum ada kejelasan tentang status kami, maka kami sebaiknya dikembalikan saja ke PNG,” ungkapnya.
 Senada dengan Fere, Azer Aronggear yang mengaku sebagai Guru bidang studi pada salah satu Sekolah Dasar di PNG ini mengatakan, yang membawa mereka kembali ke NKRI adalah janji KBRI bahwa pendekatan yang dipakai bukan lagi pendekan Militer, tetapi pendekatan kesejahteraan, sehingga dirinya berharap janji KBRI tersebut tidak sekedar janji saja.
 Ia menambahkan kepulangan mereka dijadikan sebagai barometer bagi ribuan repatrian yang hidup tersebar di kepulauan Pasifik dan Benua Australia, bahkan Eropa. “Kami datang, dan saudar-saudara kami mulai dari Port Moresby, Salomon Island, Fiji dan Australia tetap mengikuti perkembangan kami, mereka juga ingin pulang tapi janji kesejahteraan itu apakah dapat diwujudkan atau tidak,” bebernya.
 Menanggapi permintaan tersebut, Gubernur Papua Barnabas Suebu meminta kepada para repatrian tetap bersabar, perumahan untuk mereka akan tetap disiapkan tapi tentunya tidak semudah yang dipikirkan. “Berikan kami waktu, paling lama satu tahun kalian bisa tempati rumah,” jelas Gubernur.
 Mendengar kata satu tahun pembangunan rumah, Fere yang sudah 31 tahun hidup di Lae PNG ini meminta kepada Gubenur untuk tidak mengulur-ulur waktu pembangunan rumah bagi mereka.“Kami tidak bisa jadi beban keluarga kami, kami tidak bisa berlama-lama numpang di rumah keluarga kami, pak Gubernur kami tidak butuh rumah yang mewah, yang penting atap tidak bocor dan ada dinding untuk melindungi kami,” pintanya.
 Sementara itu, Hein yang mewakili 311 jiwa Repatrian di hadapan rombongan Dirjen Kesbangpol menegaskan bahwa mereka akan tetap dukung keutuhan NKRI.
Hein yang diberi kepercayaan oleh rekan-rekanya sesama repatrian untuk membacakan surat pernyataan tersebut langsung menyerahkan surat pernyataan tersebut kepada Gubernur Prpovinsi Papua Barnabas Suebu, yang juga diteruskan Gubenur kepada Dirjen Kesbangpol RI Rahmat Tantri Balilamo.
 Dalam surat pernyataan tersebut memuat empat point penting. Pertama megucapkan terimakasih kepada Presideng RI SBY yang bersedia menerima kepulangan mereka kembali ke Tanah Air. Kedua mereka berjanji akan tetap patuh kepada aturan hukum yang berlaku di Indonesia dan yang terakhir berjanji akan tetap menjaga kesucian dan kemurnian program seratus hari presiden SBY, beserta Kabinet Indonesia bangkit bersatu yang didalamnya ada program Repatrian.
 Gubernur juga berharap para repatrian tidak perlu takut kembali menjalani aktifitas kehidupan di Jayapura. “Ini rumah kamu, ini kampung kamu, yang penting tidak perlu takut dulu, semua pemerintah yang atur,” hibur Gubernur.
 Sebelumnya sekitar pukul 15.30 Wit rombongan petinggi negera itu tiba di Bandar Udara Sentani Jayapura dengan menggunakan pesawat milik TNI AU.
 Setibanya di Bandara Sentani, rombongan disambut Gubernur Barnabas Suebu SH ditandai dengan pengalungan bunga oleh kelompok tari. 15 menit setelah beristirahat di ruang VIP, dengan menggunakan helikopter Puma milik TNI AU rombongan yang didampingi Pangdam terbang menuju perbatasan RI dan PNG di Wutung. Setelah itu rombongan mengunjungi para Repatrian yang masih ditampung di Base G. (cr-4/cr-2)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar