WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

21 Okt 2009

BERHARGANYA SATU PRIBADI

Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, ….. hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.
2 Korintus 2 : 12-13

 
Ketika Paulus ingin melakukan kegiatan pelayanannya dia di Troas, dia tidak merasa tenang karena tidak menjumpai Titus di sana . Kemudian dia membatalkan kegiatannya tsb dan pergi mencari Titus ke Makedonia.



Pelajaran yang menarik adalah Paulus lebih memberi perhatian kepada anak rohaninya daripada kegiatan pelayanan. Di dalam pandangan Paulus, kegiatan pelayanan tsb penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah eksistensi dan keberadaan serta pertumbuhan rohani anak-anak rohaninya dan bagaiman dia bertanggung jawab sebagai orang tua rohani yang baik dan benar.
 
Satu bulan yang lalu kita mengadakan retreat Navigator Se-Papua. Dari kegiatan tsb lahir anak-anak rohani. Anak-anak rohani ini ada juga yang dilahirkan di luar dari kegiatan reatret, ada juga yang dilahirkan di sekolah, di t4 pekerjaan, di kampus, di gereja dan banyak t4 yang lain. Kadang kala kita tidak langsung melahirkan mereka, tetapi ada juga yang merupakan titipan  agar kita menjadi “orang tua asuh” bagi mereka.
 
Setelah retreat kita kembali ke komunitas kita masing- masing dan ada banyak kegiatan dan kesibukan yang kita kerjakan.
Yang menjadi pertanyaan adalah… Pernahkan kita memikirkan kebutuhan “anak-anak” tsb…? Di manakah mereka sekarang…? Apakah mereka masih “hidup”…? Apakah mereka ”mendapatkan makanan” yang “sehat dan bergizi”…? Apakah kita telah melakukan tugas dan panggilan kita sebagai “orang tua kandung” atau “orang tua asuh” dng baik ...? Apakah kita telah menyediakan waktu, uang, tenaga, hati untuk “membesarkan” mereka…? Atau kita selalu disibukan dengan banyak kegiatan/pekerjaan sehinggga mereka “terlantar”…?
 
Atau kita dapat bertanya kepada diri kita masing-masing,.. Apakah saya mempunyai keturunan rohani....? Di manakah mereka semua yang telah saya lahirkan...? Di mana anak-anak rohani yang pernah dititipkan kpd saya...? Apakah mereka sekarang sedang berjalan dalam panggilan Allah dan hidup berbuah-buah...? Jika tidak ada...! Kenapa saya mandul secara rohani....? Bukankah saya dilahirkan untuk beranak cucu, bertambah banyak dan penuhi bumi...? Jawabannya adalah... ada yang tidak beres dengan hidup kita ( Hati, pikiran, perasaan, terlebih lagi motifasi).
 
Pelajaran yang sangat baik dari firman Tuhan diatas adalah... keberlanjutan pelayanan dan penyebaran Injil Kerajaan Allah sangat tergantung dari keberadaan dan eksistensi dari Titus-Titus kita. Dan bgm kita bertanggung jawab sebagai ”orang tua” yang baik dan benar sepanjang hidup kita sampai MARANATHA.
 
“Semoga Menjadi Berkat & Tetap Semangat
 
 
Salam hangat dari Jayapura,
Ady

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar