WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

21 Jan 2010

Dialog Penting Untuk Minimalisir Konflik


PDF Cetak E-mail
Dialog Penting Untuk
Minimalisir Konflik
Gubernur: Papua Zona Damai Harus Terwujud

JAYAPURA–Guna meminimalisir serta menghindari konflik yang terus terjadi di masyarakat, Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu SH, mengehendaki perlunya dialog.
Hal ini dikatakan Gubernur di Gedung Negara, saat coffe morning dengan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Jayapura, Kamis (21/1) kemarin.

”Soal konflik antara masyarakat dengan masyarakat, antara masyarakat dan aparat keamanan dan pemerintah, ini yang harus kita bangun kebersamaan dan dialog untuk mengatasi masalah-masalah,” jelas Gubernur.
 Gubernur mengatakan, nilai-nilai demokrasi harus terus dibangun dalam masyarakat Papua guna mewujudkan Papua sebagai Zona Damai yang telah dicetuskan oleh masyarakat Papua beberapa tahun lalu.
 Zona damai, kata Gubernur merupakan satu dari empat agenda pentingnya yang akan dicapai oleh pemerintahannya selama tahun 2010 ini
”Papua Zona Damai yakni Papua yang menjadi satu negeri yang damai, aman, tertib, dan disiplin, rakyatnya taat hukum, menghormati hak-hak asasi manusia (HAM), nilai-nilai demokrasi dijunjung,” tegas Gubernur.
 Sementara terkait demokrasi di Papua yang seringkali memancing pertikaian antara aparat penegak hukum dengan masyarakat, pemerintah dengan masyarakat, gubernur mengatakan, bahwa harus ada kesepahaman.
 ”Soal demokrasi, kita semua tahu bahwa di Papua dibagi menjadi dua jenis pemilih, kita sedang amati daerah gunung itu,” sebut Gubernur.
 Bahkan Gubernur juga mengakui bahwa dirinya pernah membaca sebuah buku yang berjudul Noken dan penghianatan terhadap Demokrasi. Buku ini menceritakan bagaimana perlakuan demokrasi di daerah pegunungan. ”Itu pelanggaran” ujar Gubernur.
 Menyiggung kembali pada persoalan dialog dan kebersamaan dalam konteks HAM, gubernur mengatakan hal tersebut akan terus diupayakan dan diselesaikan secara tuntas.”Membangun nilai-nilai kebersamaan, penegakan hukum, dan menghargai HAM, hanya itu saja intinya,” terang Gubernur. (hen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar