WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

26 Jul 2010

Open Letter: Indonesia Human Rights Committee


Indonesia Komite Hak Asasi Manusia,
25 Juli 2010
Sekretaris Jenderal
Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik
Swasta Mail Bag
Suva, Fiji
Forum Pulau Pasifik 2010
Sayang Kepala Negara,
The Indonesia Komite Hak Asasi Manusia mengucapkan Anda baik untuk musyawarah mendatang Anda di Forum Pulau Pasifik 41 di Port Vila, Vanuatu.
Kami memahami bahwa masalah Papua Barat akan di agenda Anda tahun ini, dan kita tahu bahwa Anda semua menyadari masalah-masalah yang sedang berlangsung menghadapi tetangga kita Papua.

Tahun ini berpotensi tahun harapan bagi rakyat Papua Barat sebagai perhatian diperbaharui telah dikhususkan untuk masalah di sana. Kami mengacu pada panggilan untuk dialog damai yang dilakukan oleh LSM Papua dan didukung oleh berbagai sektor masyarakat sipil di Jakarta. Kami juga mengacu pada mobilisasi damai baru-baru ini puluhan ribu orang asli Papua menelepon untuk tahun 2001 Undang-Undang Otonomi Khusus untuk diserahkan kembali ke Jakarta.
Kami juga percaya bahwa usaha terbaru dari Republik Vanuatu terhadap Papua Barat memiliki potensi yang sangat positif. Kami sangat mendukung's proposal Vanuatu untuk mengangkat masalah Papua Barat di Majelis Umum PBB dan panggilan untuk Mahkamah Internasional untuk berunding di legalitas penggabungan Papua Barat ke dalam Republik Indonesia.SUMBER
Pada saat yang sama situasi di Papua Barat tetap berbahaya bagi penduduk pribumi. Kita membaca laporan berkala operasi militer dan polisi di daerah dataran tinggi Puncak Jaya yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan bagi penduduk desa setempat terperangkap dalam konflik. Selama beberapa tahun sekarang orang-orang di daerah ini telah menjadi objek "operasi sweeping yang mengakibatkan kerusakan rumah dan infrastruktur dan perpindahan paksa ratusan orang. Kita perhatikan juga bahwa orang-orang Dataran Tinggi juga menghadapi prospek baru migrasi non-Papua ke dalam tanah suku mereka. Pemimpin organisasi tradisional telah menyatakan keprihatinan yang mendalam bahwa program migrasi baru selanjutnya akan meminggirkan rakyat mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar