WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

15 Mar 2010

KBRI London prakarsai seminar tentang Indonesia di Parlemen Inggris

Republik Indonesia telah menerima pengakuan internasional atas kemajuan yang dicapai sejak tahun 1998 untuk menjadi negara demokrasi yang mapan di Asia Tenggara. Seminar ini bertujuan untuk meneliti lebih mendalam bagaimana kemajuan pejalanan demokrasi di Indonesia terutama dalam melindungi hak-hak asasi manusia dan sipil, pemerintahan yang baik dan masyarakat madani yang kuat.

Dalam hubungannya denganProvinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, masih ada isu-isu yang harus ditangani terutama dalam hubungan antara pemerintah pusat dan kedua dua provinsi, kemajuan pembangunan dikeduanya dan dalam promosi dan perlindungan hak asasi manusia. Pemberlakuan otonomi khusus kepada Papua pada tahun 2001 bertujuan untuk menjawab isu-isu tersebut. Namun seberapa banyak dan seberapa jauh penerapan otonomi tersebut telah berhasil; dan apa yang bisa dan harus dilakukan untuk memperbaikinya?

Latar belakang tersebut mendasari prakarsa KBRI London untuk menyelenggarakan seminar berjudul "Demokrasi di Indonesia dan otonomi khusus di Provinsi Papua dan Papua Barat" yang diselenggarakan di parlemen Inggris pada tanggal 4 Maret yang lalu. Bekerjasama dengan Lord Sheikh, salah satu anggota House of Lord (majelis tinggi) parlemen Inggris, KBRI telah menghadirkan pembicara dari Indonesia yaitu, Dr. Muridan Widjojo, peneliti dari LIPI dan Rafendi Djamin, pemerhati demokrasi dan aktivis HAM di Indonesia.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI, Yuri O. Thamrin menyampaikan penghargaannya kepada Lord Sheikh atas kerjasama dan dukungannya dalam penyelenggaraan seminar. Diungkapkan pula bahwa Indonesia telah mengalami banyak kemajuan, namun belum diketahui secara luas di kalangan publik Inggris.

Seminar ini merupakan komitmen KBRI dalam mempromosikan kemajuan yang telah dicapai tersebut, khususnya dalam konsolidasi demokrasi dan HAM termasuk di Papua. Selain itu, kegiatan ini merupkan salah satu kelanjutan dalam meng-engage kalangan parlemen Inggris, para pembentuk opini publik dan pengambil keputusan di Inggris yang menaruh perhatian terhadap Indonesia, ungkap Dubes RI.

Hadir pada seminar tersebut, sekitar 30 peserta yang berasal dari beragam latar belakang, diantaranya politisi, akedamisi, pejabat Kemlu Inggris, think tank dan usahawan serta LSM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar