WELCOME TO WEB FGPBP

Mungkin anda berfikir, akulah manusia yang paling tidak beruntung dan bodoh, karena kecintaan ku terhadap negeri ku lebih besar dari yang kau dapat dari ku...tapi satu hal yang kau tahu, bahwa aku berjalan bersama suatu kebenaran yang dunia telah menolaknya...sebab yang ku tahu...kebenar itu akan memerdekakan aku.

24 Mei 2009

Rumah Dinas Bupati Puncakjaya Ditembak

Pelaku Diduga dari TPN/OPM, 1 Anggota Polisi Terkena Serpihan Peluru

JAYAPURA - Rumah Dinas Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe S.Ip, di Kota Baru, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (23/5) malam sekitar pukul 20.00 WIT dilaporkan ditembaki oleh orang tidak dikenal.
Akibat penembakan tersebut, salah seorang anggota polisi yang menjaga rumah dinas Bupati Puncak Jaya tersebut dilaporkan terkena serpihan peluru di bagian tangan kanannya.
Setelah melakukan penembakan tersebut, pelaku langsung melarikan diri ke arah kegelapan malam di atas Gunung Abea yang terletak tidak jauh dari Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Drs FX Bagus Ekodanto melalui Plh Kabid Humas AKBP Nurhabri saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan adanya penembakan rumah dinas Bupati Puncak Jaya tersebut.
"Memang telah terjadi penembakan sebanyak 3 kali dari arah jalan atas rumah Dinas Bupati Puncak Jaya," kata Nurhabri.
Selain menembaki rumah dinas Bupati Puncak Jaya, jelas Nurhabri, pelaku juga melakukan penembakan sebanyak 2 kali ke arah Pos Jaga Kediaman Bupati Puncak Jaya tersebut.
Tembakan diperkirakan dilepaskan dari jarak yang cukup jauh dan mengenai bagian belakang rumah, tepatnya kamar mandi Rumah Dinas Bupati tersebut. Tembakan itu yang tembus ke bagian depan rumah dan mengenai aspal kemudian memantul. Di samping itu, serpihan peluru berhasil melukai tangan kanan salah seorang anggota jaga.
Plh Kabid Humas Nurhabri mengatakan, pasca penembakan rumah dinas Bupati Puncak Jaya tersebut, anggota Polres Puncak Jaya langsung menuju ke TKP untuk melakukan olah TKP. "Kami juga berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku. Mereka melakukan aksi penembakan dan langsung kabur ke arah gunung," ujarnya.
Siapa pelaku penembakan tersebut? Nurhabri memperkirakan bahwa pelakunya berasal dari kelompok TPN/OPM pimpinan Goliat Tabuni. "Kami menduga dari kelompok TPN/OPM, apalagi mereka kini telah memiliki senjata api," tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Chris Rihulay saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya membenarkan peristiwa penembakan itu. Dikatakan, penembakan tersebut datang dari arah jalan belakang rumdis Bupati Puncak Jaya tepatnya dari arah kediaman Kepala Distrik Mewoluk, Aneb Murib. Tembakan dilakukan sebanyak 3 kali.
Penembakan pertama dan kedua, jelas Kapolres diarahkan ke pos penjagaan Rumdis Bupati Puncak Jaya yang saat itu dijaga oleh 2 orang petugas dari Polres Puncak Jaya atas nama Briptu Alfredo Dansidan dan Bripda Wellem Faidiban.
Saat itu, kedua aparat yang bertugas jaga sedang asik menonton televisi namun tiba-tiba ada suara tembakan yang diarahkan ke pos penjagaan Rumdis Bupati Puncak Jaya. Tembakan tersebut untungnya tidak mengenai anggota jaga, namun tembakan yang diarahkan memantul ke aspal dan tembus ke bagian belakang kamar mandi pos penjagaan sehingga serpihan peluru sempat mengenai Briptu Alfredo Dansidan dibagian tangan kanan.
" Langkah yang kami ambil saat itu adalah mendatangi TKP kemudian mengamankan Rumdis Bupati Puncak Jaya, setelah itu anggota yang terkena serpihan peluru langsung dilarikan ke RSUD Mulia guna pemeriksaan lebih lanjut,"ungkapnya.
Sedangkan tembakan ketiga, diarahkan tepat ke pintu belakang rumdis Bupati Puncak Jaya dengan jarak sekitar 50 meter namun untungnya saat itu Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe, S.Ip tidak berada di rumah dinas sehingga tidak ada korban jiwa.
Sampai berita ini ditulis tadi malam, situasi kamtibmas di wilayah Kota Mulia aman dan kondusif, bahkan anggota Polres Puncak Jaya dibantu anggota Brimobda Polda Papua BKO Polres Puncak Jaya melakukan patroli.
Untuk diketahui, kasus penembakan terakhir yang dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata yang disinyalir dari TPN/OPM di Kabupaten Puncak Jaya dan memakan korban terjadi di Tingginambut bulan lalu. Diawali penghadangan oleh sekelompok sipil bersenjata terhadap 7 mobil Strada yang melintas di Kampung Wandegobak, Distrik Mulia yang mengangkut bahan makanan (bama) dari Wamena menuju Mulia sehingga mengakibatkan 1 orang anggota Koramil 1706/Ilu mengalami luka tembak. (bat/nal)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar